rss


"Berfikir Positif Untuk Masa Depan Indonesia Yang Lebih Baik"

NKRI HARGA MATI

Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

Pengolah Limbah Cair Batik UNS Dilirik 7 Negara

Bramantyo

SOLO - Dosen Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Budi Utomo berhasil merancang unit pengolahan limbah cair batik yang diberi label nama Unit Upal-Re. "Unit Upal-Re adalah mesin pengolah limbah cair batik yang mudah dioperasionalkan dan dibawa ke mana-mana. 

Artinya mesin itu bisa bersifat mobile," ungkap Budi, perancang Upal-Re saat ditemui wartawan, di Kampus Fakultas Teknik UNS, Selasa (15/1/2013). 
Menurut Budi, Upal-Re hasil rancangannya memiliki kapasitas pengolahan limbah cair batik 250 liter dengan jangka waktu proses pengolahan sekira 40 menit. "Unit Upal-Re pernah diujicobakan di kampung batik Kauman Solo," jelasnya. 

Dosen Fakultas Teknik UNS itu mengimbuh, Upal-Re bisa berjalan efektif dalam pengolahan limbah cair batik karena bisa difungsikan secara perorangan. Lain halnya bila dibanding dengan yang ada selama ini, unit pengolah limbah komunal di kampung batik Laweyan Solo ternyata tidak efektif. 



Unit pengolah limbah cair batik karya Budi ini sempat menarik perhatian konsultan manajemen kota dari tujuh negara, di antaranya dari Swedia, Bangladesh, Korea Utara, India, dan Kamboja. Negara itu memang dikenal sebagai penghasil pewarna tekstil di dunia. 
Konsultan dari tujuh negara itu sempat menemui Budi dan berdiskusi dengannya kampus UNS Solo. Mereka juga menyaksikan langsung pengolahan limbah dengan Upal-Re di Kampung Batik Kauman Solo.(rfa) 

(Sumber)
Selengkapnya...

Obati Leukemia dengan Bunga Tapak Dara

JAKARTA - Jika jeli, berbagai tanaman di sekitar kita sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi obat berbagai penyakit. 
Salah satunya, tapak dara (catharanthus roseus) yang berkhasiat memerangi kanker. 
Penelitian mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Arif Yoga Pratama, Ari Purnomo, dan Amallia Nugrahaeni menunjukkan daun dan bunga tapak dara mengandung senyawa alkaloid vinblastine, vincristine, leurosine, catharanthine, dan lochnerine yang berkhasiat sebagai antikanker. 

"Daun dan kembang tapak dara dimanfaatkan menjadi obat leukemia karena tanaman ini murah dan mudah diperoleh. Kandungan kimia dari tanaman ini adalah senyawa alkaloid antikanker yang paling utama, yaitu vinkristin dan vinblastin," ujar Arif seperti dilansir laman UNY, Selasa (15/1/2013).

 

Menurut Arif, kandungan vinkristin dalam tapak dara, dapat mengobati kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara, leukemia, dan berbagai jenis tumor ganas yang awalnya menyerang urat saraf ataupun otot. 
Selain itu, tapak dara juga mengandung alkaloid cabtharanthin yang diperkirakan dapat mendesak dan melarutkan inti sel kanker. Di Sumatera, tapak dara dikenal sebagai "rumput jalang". 
Tanaman ini biasa tumbuh subur di padang atau pedesaan beriklim tropis dan kerap digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Arif dan kawan-kawan pun mengolah bunga dan daun tapak dara menjadi teh sebagai alternatif obat leukemia. 
Prosesnya dimulai dengan mengeringkan bunga dan daun tapak dara untuk dijadikan teh celup. Kemudian, pengujian kandungan antioksidan dilakukan dengan menyeduh teh dalam air hangat, kemudian air seduhan tersebut diuji kandungannya. Metode ini disebut spektofotometer.(rfa) 

(Sumber)
Selengkapnya...

SAHABAT@1NDOTECH

1NDOTECH BLOG LIST

alexa